Sabtu, 22 Maret 2014

Majulah Tambangku, Majulah Negaraku

Akulah yang membuat peradaban. Apa yang kudapat itulah yang menjadi nama zaman. Tercatat nama zaman batu dan zaman logam telah menjadi tapak tilasku selama ini. Aku ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Sampai Rickard (Cedric E. Gregory, 1982) berkata, “Mining has played a bigger part in the development of civilization than is usually conceded by historian or even surmised by the ordinary citizen. The reason for the failure to appreciate the importance of mining is the historian’s lack of familiarity with the techniques of mining and metallurgy, and his [apparent] aversion from discussing such matter.”
Dari sini maka semua pihak harus memanfaatkanku seoptimal mungkin. Sehingga dapat meminimumkan kemiskinan, menciptakan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), dan menciptakan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi rakyat serta dengan penerapan yang baik.
Keberadaanku sangat penting dan dibutuhkan sebagai tumpuan pendapatan negara, sehingga banyak negara sampai saat ini masih mempertahankan industri tentangku. Ada 96 negara dari total 193 negara yang ada di dunia sebagai negara yang memanfaatkan aku. Ketergantungan manusia akan sumberdaya alam sangat berpengaruh terhadap pola pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam yang ada. Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang, mempunyai peningkatan jumlah penduduk yang terus terjadi   sehingga mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah permintaan akan pemenuhan kebutuhan hidup dari sumberdaya alam. Hal ini berkolerasi pada semakin tingginya kegiatan eksploitasi terhadap sumberdaya alam yang ada.
Ada 20 negara dengan nilai produksi pertambangan terbesar di dunia yang menguasai 88% produksi mineral dunia dan Indonesia duduk pada urutan ke-11 dengan nilai produksi mineral senilai $12,22 miliar. Posisi 5 teratas adalah Australia ($71,95 M), Cina ($69,28 M), Brasil ($47,02 M), Chile ($31,27 M), dan Rusia ($28,68 M). Indonesia dengan nilai produksi mineral $12,22 miliar atau setara dengan Rp. 109,98 triliun menyumbang 10,6% dari total ekspor barang pada tahun 2010.
Aku merupakan salah satu kegiatan dasar manusia yang berkembang pertama kali bersama-sama dengan pertanian. Oleh Karena itu keberadaanku tidak dapat dipisahkan dari  kehidupan/peradaban manusia. Mungkin masih banyak yang belum mengerti tentang peranku. Aku dapat memajukan sebuah Negara, tapi dapat juga menghancurkan sebuah bangsa.
Dampak penting positifku antara lain :
1.     Menambah pendapatan dan devisa Negara
2.     Memberi kesempatan kerja
3.     Meningkatkan kondisi sosial, ekonomi dan budaya daerah setempat.
4.     Memberi kemungkinan alih teknologi.
5.     Menjadi pusat pengembangan wilayah dan masyarakat setempat.

Dampak penting negatifku antara lain :
1.     Mengubah lingkungan hidup
2.     Mengubah morfologi dan tata guna lahan
3.     Berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya diwilayah setempat.

Tahukah kamu bahwa Indonesia dapat berkembang dengan berkembangnya aku. Tetapi jika aku dilakukan semena-mena, aku akan menyerang Indonesia secara halus dan Indonesia akan merasakan akibatnya. Aku ingin memajukan Indonesia. Kamu juga kan? Mari belajar tentang aku.
-majulah pertambangan demi pembangunan-

Nama: Mohammad Rahman Ardhiansyah (12111026)
Department of Mining Engineering
Faculty of Mining and Petroleum Engineering
Institut Teknologi Bandung
+6285860067767

Tag :#SMBootcamp, Newmont Nusa Tenggara